Komet Antarbintang 3i/ATLAS Melintasi Tata Surya: NASA Pastikan Aman dari Bumi

Internasional297 Dilihat

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM — Fenomena langka kembali terjadi di langit tata surya. Komet 3I/ATLAS, objek antarbintang ketiga yang pernah terdeteksi melintas di dekat lingkungan tata surya kita, tengah menjadi sorotan para astronom dunia.

Komet ini disebut “antarbintang” karena lintasannya bersifat hiperbolik — artinya ia tidak mengorbit Matahari seperti komet biasa, tetapi hanya melintas dan keluar kembali ke ruang antar bintang.

Menurut laporan NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), 3I/ATLAS akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada 30 Oktober 2025, berjarak sekitar 1,4 unit astronomi (sekitar 210 juta kilometer), tepat di dalam orbit Mars.

Sementara jarak terdekatnya dari Bumi hanya sekitar 1,8 unit astronomi (270 juta kilometer), tanpa potensi ancaman terhadap planet kita.

Komet 3I/ATLAS pertama kali ditemukan oleh teleskop survei ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) di Rio Hurtado, Chili, pada 1 Juli 2025, dan segera dilaporkan ke Minor Planet Center (MPC).

Sejak pengumuman penemuan tersebut, ilmuwan berhasil menemukan kembali arsip pengamatan pra-penemuan dari berbagai teleskop ATLAS di dunia dan Fasilitas Transien Zwicky (ZTF) di Observatorium Palomar, California.

Rekaman terawal menunjukkan bahwa komet ini telah terdeteksi sejak 14 Juni 2025, namun baru diidentifikasi sebagai objek antarbintang setelah analisis orbit dilakukan.

Nama 3I/ATLAS sendiri memiliki makna khusus:

• “3” menunjukkan bahwa ini adalah objek antarbintang ketiga yang pernah terdeteksi (setelah ʻOumuamua dan 2I/Borisov).