• “I” berarti interstellar (antarbintang).
• Dan “ATLAS” adalah nama tim penemunya.
NASA memastikan bahwa berbagai aset luar angkasanya akan ikut mengamati 3I/ATLAS, termasuk:
Hubble Space Telescope, James Webb Space Telescope (JWST), TESS, Swift, SPHEREx, Mars Reconnaissance Orbiter, Perseverance, Curiosity, Lucy, Psyche, Parker Solar Probe, PUNCH, serta SOHO dan JUICE (kolaborasi ESA/NASA).
Pada 21 Juli 2025, Hubble Telescope berhasil menangkap citra menakjubkan komet ini, memperlihatkan kepompong debu berbentuk tetesan air mata yang keluar dari inti padat dan dingin. Karena Hubble melacak pergerakan komet, bintang-bintang di latar belakang tampak bergaris-garis akibat paparan panjang.
Berdasarkan hasil pengamatan hingga Agustus 2025, diameter inti komet 3I/ATLAS diperkirakan berkisar antara 440 meter hingga 5,6 kilometer.
Para astronom memperkirakan 3I/ATLAS akan tetap terlihat melalui teleskop berbasis darat hingga September 2025, sebelum akhirnya terlalu dekat dengan Matahari dan menghilang dari pandangan.
Namun, pada awal Desember 2025, komet ini diperkirakan muncul kembali di sisi lain Matahari, memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk melakukan pengamatan lanjutan.
Fenomena 3I/ATLAS menjadi momen penting dalam studi objek antarbintang, yang dapat memberikan petunjuk berharga tentang asal-usul materi dari sistem bintang lain dan bagaimana debu serta gas antarbintang berperilaku ketika melewati lingkungan tata surya kita.
