Penangkapan Maduro Uji Hubungan Strategis China–Venezuela

Internasional40 Dilihat

CHINA, NUSANTARAVOICE.COM- Beberapa jam sebelum hidupnya dan masa depan negaranya berubah drastis, Presiden Venezuela Nicolás Maduro masih tampak tersenyum dan berjabat tangan dengan delegasi China di Istana Kepresidenan Miraflores, Caracas.

Pada Jumat malam, tak lama sebelum ia ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat, Maduro menulis di kanal Telegram tentang pertemuannya dengan utusan khusus China untuk Amerika Latin, Qiu Xiaoqi. Ia menyebut pertemuan itu sebagai “pertemuan persaudaraan” yang menegaskan kuatnya hubungan antara Beijing dan Caracas, “dalam suka dan duka”.

Kini, hubungan tersebut menghadapi ujian serius setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggulingkan pemerintahan Maduro pemimpin salah satu mitra strategis utama China di Amerika Latin. Dalam pernyataan bersama yang ditandatangani pada 2023, China dan Venezuela menyebut hubungan mereka sebagai kemitraan strategis “segala cuaca”.

China, tidak seperti banyak negara Eropa, menjadi salah satu pihak paling vokal mengecam tindakan Amerika Serikat. Beijing menyerukan pembebasan Maduro dan mendukung digelarnya sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas penangkapannya, atas permintaan Kolombia.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Minggu mengatakan Beijing menolak gagasan bahwa satu negara dapat bertindak sebagai “polisi dunia” atau “hakim global”.

Reaksi keras juga terlihat di media sosial China. Banyak pengguna mengecam operasi AS sebagai bentuk kolonialisme modern, sementara unggahan yang memuji penangkapan Maduro dilaporkan menghilang atau dibatasi peredarannya.

Wang Yiwei, Direktur Institut Urusan Internasional Universitas Renmin di Beijing, menyebut langkah Trump sebagai “imperialis” dan memperingatkan bahwa Venezuela bisa menjadi “yang pertama” dari sejumlah negara Amerika Latin yang menghadapi tindakan serupa.

China dalam satu dekade terakhir secara agresif memperluas pengaruh diplomatik dan ekonominya di Amerika Latin, menantang dominasi tradisional Amerika Serikat di kawasan tersebut. Tahun lalu, Beijing mengumumkan nilai perdagangan China–Amerika Latin mencapai rekor US$519 miliar.

Venezuela memiliki arti strategis khusus bagi China, terutama karena kekayaan minyaknya. Negara itu merupakan penerima pinjaman terbesar keempat dari lembaga keuangan resmi China, dengan komitmen mencapai sekitar US$106 miliar antara 2000 hingga 2023. Pada 2024, utang Venezuela kepada China diperkirakan masih sekitar US$10 miliar.