Serangan di Media Sosial terhadap Bahlil, Visioner Indonesia 45: Diduga Ada Kepentingan Bisnis dan Perdagangan Energi

banner 468x60

“Di sektor energi ada kepentingan ekonomi yang sangat besar. Karena itu, kita tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya pihak yang merasa dirugikan oleh perubahan kebijakan. Tetapi tentu semuanya harus dibuktikan, bukan sekadar menuduh atau berspekulasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Akril berpandangan bahwa tantangan Indonesia ke depan bukan sekadar meningkatkan produksi energi dan mineral, melainkan bagaimana negara mampu mengendalikan arah pemanfaatan serta perdagangan komoditas tersebut.

banner 970x250

Ia mencontohkan perdagangan gas, batu bara, dan mineral yang harus memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam, tetapi keuntungan terbesar justru dinikmati oleh pihak-pihak yang menguasai rantai perdagangan dan distribusinya.

Menurutnya, agenda hilirisasi harus menjadi jalan untuk memperkuat industri nasional, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan negara, serta memberikan dampak langsung bagi daerah penghasil sumber daya alam.

Akril menambahkan, dukungan terhadap kebijakan pemerintah bukan berarti memberikan kekuasaan tanpa pengawasan. Justru, penguatan sektor energi harus dibarengi transparansi, pemberantasan korupsi, pengawasan perizinan, dan penegakan hukum yang tidak pandang bulu.

“Yang kita inginkan sederhana, Indonesia jangan terus-menerus menjadi penonton dalam perdagangan sumber daya alamnya sendiri. Kita harus punya keberanian menentukan arah, memperkuat posisi tawar, dan memastikan keuntungan ekonomi kembali kepada rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga:  Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Konut dan Bank Sultra Resmi Tandatangani Perjanjian Kredit Strategis

Di akhir pernyataannya, Akril berharap Bahlil tetap fokus menjalankan agenda strategis pemerintah dan tidak kehilangan konsentrasi hanya karena berbagai polemik yang berkembang.

Menurutnya, publik pada akhirnya akan menilai seorang pejabat dari hasil kerja dan manfaat kebijakan yang dihasilkan, bukan semata-mata dari ramai atau tidaknya perdebatan di media sosial.

“Pak Bahlil harus tetap fokus bekerja. Perdebatan dan kritik pasti akan selalu ada, tetapi yang paling penting adalah bagaimana memastikan kekayaan energi dan sumber daya alam kita benar-benar menjadi kekuatan ekonomi bangsa. Jangan sampai agenda besar untuk kepentingan nasional terganggu oleh tarik-menarik kepentingan sesaat,” pungkasnya.

banner 336x280

Komentar