Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

Nasional3 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM- Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia yang masih menghadapi kondisi cukup berat. Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo pada Senin, 12 Oktober 2026, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, memaparkan perkembangan terkini penanganan karhutla.

Menurut Kepala BNPB, saat ini total luas lahan yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi prioritas yakni seluas 639,23 hektare.

banner 970x250

“Untuk provinsi prioritas lahan gambut, ada di enam provinsi Bapak Presiden, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Untuk hari ini yang terbakar, yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare, yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah,” ucap Kepala BNPB pada forum rapat yang dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta.

“Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana,” lanjut Suharyanto.

Kepala BNPB menjelaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan upaya pemadaman melalui darat dan udara. “Kami juga tetap mengerahkan heli water bombing untuk tempat-tempat yang susah dijangkau. Sebagai contoh, Taman Nasional Way Kambas, Tanjung Puting di Pangkalan Bun, dan Halmahera Timur di Maluku Utara,” lanjutnya.

banner 336x280
Baca juga:  Pertemuan dengan PPATK, Presiden Prabowo Fokus Evaluasi Transaksi Keuangan

Komentar