PIDIE, NUSANTARAVOICE.COM- Insiden yang terjadi di tengah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berujung duka. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah orang lainnya mendapatkan penanganan medis setelah kericuhan disertai dugaan penembakan.
Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafi’i, Kamaruzzaman, menyebut rumah sakit menerima 10 pasien yang menjadi korban peristiwa tersebut. Mereka terdiri dari sembilan laki-laki dan satu perempuan. Satu pasien dilaporkan meninggal dunia, sedangkan beberapa lainnya masih menjalani perawatan.
Informasi awal yang berkembang menyebutkan kericuhan berkaitan dengan persoalan penurunan Bendera Bulan Bintang di sekitar lokasi kenduri. Situasi kemudian memanas dan diwarnai dugaan penggunaan senjata api.
Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, menyatakan pihaknya masih mendalami informasi mengenai kejadian tersebut. Dengan demikian, kronologi lengkap dan pihak yang bertanggung jawab masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini mendapat perhatian Ketua Pemuda Aceh, Wanda Assyura. Ia meminta pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut berhenti sebagai insiden keamanan tanpa kejelasan mengenai nasib korban dan proses pertanggungjawabannya.
Wanda Assyura, dalam pernyataannya Rabu (4/11/2026), menilai jatuhnya korban di tengah kegiatan masyarakat merupakan persoalan serius. Ia mengingatkan bahwa setiap warga memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan, termasuk ketika sedang menjalankan kegiatan keagamaan dan tradisi.
Wanda juga menyoroti besarnya pengorbanan masyarakat Aceh dalam mengakhiri konflik. Menurutnya, hasil perdamaian yang telah dibangun selama bertahun-tahun harus tercermin dalam tindakan nyata seluruh pihak, terutama mereka yang memiliki kewenangan menjaga keamanan.
Ia tidak ingin peristiwa di Pulo Keunari hanya berakhir dengan pemberitaan yang kemudian dilupakan. Keluarga korban membutuhkan penjelasan, masyarakat membutuhkan kepastian, dan pemerintah harus menjawab pertanyaan mengenai bagaimana insiden tersebut bisa terjadi.
Atas dasar itu, Wanda meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian langsung. Ia mendesak pemerintah memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, membuka fakta kejadian kepada publik, serta menjamin keluarga korban mendapatkan hak atas keadilan.
















Komentar