Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara senantiasa terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai demi keberhasilan pembangunan daerah.
Gubernur mengingatkan bahwa perbedaan organisasi maupun pilihan politik tidak boleh menjadi penghalang untuk bersinergi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.
Ia menjelaskan bahwa sinergi bukan berarti seluruh pihak harus memiliki pandangan yang sama. Sebaliknya, sinergi merupakan kesediaan untuk saling mendukung, melengkapi, dan menguatkan dengan tetap berlandaskan aturan hukum serta menghormati setiap perbedaan.
Gubernur ASR pun mengajak keluarga besar Partai Golkar di Sultra membangun komitmen bersama pemerintah daerah agar berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat terlaksana secara nyata, berkelanjutan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Lebih lanjut, keberhasilan seorang pemimpin maupun partai politik, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari keberhasilan memenangkan kontestasi politik, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, sejumlah kepala daerah, serta ribuan kader Partai Golkar dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.















Komentar