Viral Lagi Isi BBM Nominal Ganjil, Pertamina: Hoaks!

Berita21 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM– Isu lama kembali mencuat dan viral di media sosial. Sebuah narasi mengklaim bahwa membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebaiknya menggunakan nominal ganjil agar tidak dicurangi. PT Pertamina Patra Niaga pun angkat bicara dan memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Narasi yang beredar menyarankan konsumen menghindari nominal genap seperti Rp10.000, dan lebih memilih angka ganjil seperti Rp13.000 atau Rp17.000. Alasannya, nominal genap dinilai lebih mudah “dipermainkan” oleh oknum petugas SPBU. Faktanya, secara teknis proses pengisian BBM di SPBU tetap sama. Jumlah BBM yang diterima konsumen akan selalu sesuai dengan nominal rupiah yang dibayarkan.

banner 970x250

Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara pengisian BBM dengan nominal ganjil atau genap. “Kalau mengisi Rp20.000 atau Rp23.000, BBM yang didapat tetap sesuai dengan nilai rupiah tersebut. Misalnya beli Pertalite Rp10.000 akan dapat 1 liter. Kalau nominalnya Rp13.000, otomatis dapat 1,3 liter,” jelas Roberth dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Pertamina juga menegaskan bahwa kecepatan aliran (speed) nozzle yang dipilih petugas tidak memengaruhi akurasi takaran BBM. Speed 1, 2, atau 3 hanya mengatur kecepatan aliran BBM dari nozzle, bukan jumlahnya. “Kalau antrean sedang ramai, petugas biasanya menggunakan speed 3 supaya lebih cepat. Namun kalau situasi sepi, pakai speed 1 pun tidak masalah karena tidak ada yang menunggu di belakang,” tambah Roberth.

Baca juga:  Visioner Indonesia Tanggapi Pernyataan Islah Bahrawi: Stabilitas Nasional Harus Dijaga, Tolak Narasi Inkonstitusional dan Provokatif

Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. “Hoaks seperti ini selalu muncul berulang kali. Masyarakat harus semakin cerdas dan tidak langsung percaya sebelum memverifikasi. Cukup beli BBM sesuai kebutuhan, tidak perlu pusing dengan nominal ganjil atau genap,” ujar Romadhon, Jumat (14/8/2026).

banner 336x280

Komentar