Pertamina memastikan SPBU-SPBU di seluruh Indonesia selalu melakukan pengecekan dispenser secara berkala untuk memastikan layanan yang diberikan tepat kualitas dan tepat jumlah. Masyarakat juga dapat melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan di SPBU melalui kanal resmi Pertamina, seperti layanan pengaduan 135 atau media sosial resmi Pertamina.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu seperti ini. Jika ragu, masyarakat bisa langsung mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi Pertamina di 135 atau media sosial resmi kami,” tegas Roberth.
Romadhon menambahkan bahwa hoaks seperti ini bukan pertama kali muncul dan akan terus berulang. “Ini adalah pola lama yang selalu muncul di momen-momen tertentu. Masyarakat tidak perlu panik atau curiga berlebihan. Yang terpenting adalah membeli BBM di SPBU resmi Pertamina dan menggunakan kanal pengaduan jika menemukan kejanggalan,” jelasnya.
Gagas Nusantara mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi. “Cek, ricek, dan verifikasi sebelum menyebarkan informasi. Ini adalah bagian dari literasi digital yang harus kita bangun bersama. Jangan biarkan hoaks meresahkan dan memecah belah,” pungkas Romadhon.










Komentar