Saat cahaya matahari menembus sela-sela pepohonan dan dinding karst, warna air telaga tampak berubah-ubah, mulai dari hijau emerald, biru muda, hingga biru gelap. Pemandangan inilah yang membuat kawasan ini begitu populer di media sosial dan menjadi lokasi favorit para pencinta fotografi maupun pemburu konten wisata alam.
Di atas permukaan telaga, pengunjung dapat menikmati keindahan kawasan menggunakan perahu kecil yang disediakan masyarakat sekitar. Kehadiran perahu kayu di tengah air jernih dengan latar tebing kapur menciptakan pemandangan yang sangat ikonik dan instagramable. Banyak wisatawan memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan foto dengan nuansa alam tropis yang masih sangat alami.

Selain menikmati panorama, wisatawan juga dapat berenang dan merasakan langsung kesegaran air Telaga Kotaeono. Suasana tenang, suara angin yang berhembus di sela pepohonan, serta gemericik air menghadirkan pengalaman relaksasi yang sulit ditemukan di perkotaan. Tidak sedikit pengunjung yang datang hanya untuk menikmati ketenangan alam dan melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
Desa Wisata Rahia sendiri memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Buton Tengah. Selain Telaga Kotaeono, kawasan ini juga menyimpan bentang alam karst, budaya masyarakat lokal, hingga potensi wisata bahari yang masih belum banyak tereksplorasi. Aktivitas masyarakat seperti budidaya rumput laut dan kehidupan pesisir menjadi daya tarik tambahan yang memperkuat identitas desa wisata tersebut.
Keberadaan Telaga Kotaeono sekaligus menjadi bukti bahwa Buton Tengah memiliki kekayaan wisata alam yang mampu bersaing dengan destinasi populer lainnya di Indonesia. Perpaduan tebing batu kapur, air sebening kaca, lorong alami, serta suasana yang masih sangat terjaga menjadikan tempat ini sebagai surga tersembunyi yang layak dikunjungi.
Desa Wisata Rahia hari ini bukan sekadar tujuan rekreasi, tetapi juga simbol harmoni antara alam dan kehidupan masyarakat lokal. Sebuah kawasan yang menghadirkan ketenangan, keindahan, dan pengalaman wisata yang autentik di jantung Negeri Seribu Gua, Sulawesi Tenggara.














Komentar