KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kendari dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut terendam banjir, Minggu (10/5/2026). Meluapnya beberapa aliran sungai, khususnya Sungai Wanggu, membuat ratusan warga terdampak dan terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di bantaran Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga. Debit air yang meningkat drastis membuat permukiman warga tergenang dan aktivitas masyarakat lumpuh sementara.
Di tengah bencana tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat diduga terseret arus banjir yang deras. Salah satu korban diketahui merupakan seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Rangga.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan pesisir Teluk Kendari, tepatnya di Jalan Bung Tomo, depan Kantor Camat Kendari Barat, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat. Jenazah korban ditemukan warga sekitar pukul 10.00 Wita di pinggir laut.
Kapolsek Kemaraya, Iptu Busranuddin, menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam posisi terlentang mengenakan kaos berwarna biru tanpa celana. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melihat tubuh anak kecil mengapung di sekitar pesisir.
“Warga yang melihat langsung mendekat untuk memastikan kondisi korban, kemudian memanggil masyarakat sekitar setelah mengetahui korban sudah tidak bergerak,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, sebelum kejadian korban diketahui bermain hujan bersama teman-temannya di sekitar rumah. Korban diduga terseret arus saat berusaha mengambil sandal milik kakaknya yang hanyut di aliran kali.










Komentar