JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM — Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) mengapresiasi langkah Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri yang memimpin Apel Pam Swakarsa bersama lebih dari 1.500 personel Satpam dan Satkamling menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Konsolidasi besar ini dianggap sebagai langkah preventif yang matang di tengah potensi lonjakan mobilitas warga hingga 60 persen.
Apel ini menjadi penegasan bahwa keamanan Jakarta tidak hanya bertumpu pada institusi kepolisian, tetapi membutuhkan gotong royong warga melalui peran Satpam, Satkamling, dan elemen masyarakat lainnya. “Inisiatif Kapolda Metro Jaya ini menunjukkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen keamanan untuk bekerja dalam satu irama. Ini memperkuat rasa percaya publik,” ujar Romadhon Jasn, Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN).
Dalam arahannya, Kapolda menekankan kewaspadaan terhadap potensi gangguan seperti pencopetan, penipuan digital, scamming ATM, hingga kejahatan jalanan yang biasa meningkat di masa libur panjang. Selain itu, ancaman tersembunyi seperti ledakan petasan, kebakaran, maupun aksi teror juga harus diantisipasi melalui deteksi dini dan pelaporan cepat.
JAN menilai pendekatan ini sangat relevan dengan kebutuhan keamanan modern yang menekankan kecepatan informasi dan kolaborasi. “Model pengamanan berlapis—mulai dari pemeriksaan akses masuk, patroli, hingga koordinasi dengan Polsek dan Polres adalah bukti bahwa Polri membaca dinamika kota dengan presisi,” tambah Romadhon.
