Komdigi Gaspol Roadmap AI: Dorong Inovasi, Kawal Etika demi Indonesia Emas 2045

Berita125 Dilihat

Aspek pemerataan infrastruktur digital ikut menjadi perhatian penting. Komdigi diharapkan mempercepat proyek Palapa Ring lanjutan agar internet cepat menjangkau daerah 3T. Tanpa akses merata, pemanfaatan AI hanya akan dinikmati di kota besar. “Tanpa pemerataan internet, AI hanya akan jadi kemewahan digital di kota besar,” tegas Romadhon Jasn.

Selain infrastruktur, peningkatan kualitas SDM digital menjadi fokus utama. Komdigi menargetkan pelatihan satu juta talenta muda melalui bootcamp gratis di berbagai daerah. Program ini diharapkan menjembatani ketimpangan literasi digital dan membuka akses lapangan kerja baru.

Dari sisi regulasi, pemerintah didorong agar adaptif dan kontekstual dengan nilai-nilai lokal. Aturan AI di Indonesia tidak bisa sekadar meniru negara lain, melainkan harus disesuaikan dengan kultur dan kebutuhan masyarakat. “Kebijakan AI harus kontekstual, tidak bisa hasil salin-tempel kebijakan luar negeri,” kata Romadhon.

Transparansi juga menjadi tuntutan publik. Komdigi diharapkan membuka ruang public hearing daring untuk menguji efektivitas program serta mencegah potensi penyalahgunaan data publik. Kolaborasi riset dengan Inggris, Jepang, dan Uni Eropa juga akan memperkuat ekosistem digital Indonesia.

Menutup rilis, para pengamat menilai langkah Komdigi sudah di jalur yang benar, asalkan implementasi dijalankan konsisten. Transformasi digital disebut bukan sekadar proyek teknologi, melainkan perubahan cara berpikir. “Transparansi dan kolaborasi publik adalah kunci agar roadmap AI benar-benar membawa manfaat bagi rakyat,” tutup Romadhon Jasn.