Respon Gagasan Anas Urbaningrum di KPU Kota Bandung: Independensi Penyelenggara dan Edukasi Pemilih Harus Berjalan Seiring

Berita219 Dilihat
banner 468x60

BANDUNG, NUSANTARAVOICE.COM- Dialog buku “Pemilu Orang Biasa: Publik Bertanya, Anas Menjawab” di Aula KPU Kota Bandung, Kamis (15/10/2026), menjadi ruang refleksi demokrasi. Gagasan Anas Urbaningrum soal independensi KPU dan kesadaran pemilih mendapat respons dari pegiat politik Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn.

Acara hybrid ini menyambut Hari Lahir KPU RI ke-73 pada 7 November mendatang. Anas, mantan Komisioner KPU RI periode 2001–2005, hadir sebagai pembicara utama dan membahas perjalanan demokrasi serta dinamika penyelenggaraan pemilu pasca-Reformasi.

banner 970x250

Anas menegaskan bahwa membangun demokrasi tidak hanya melihat ke depan, tetapi juga berefleksi ke belakang.

“Ya kalau kita mau membangun demokrasi itu kan bukan hanya melihat ke depan, tapi juga berefleksi ke belakang. Karena ada pelajaran-pelajaran, ada hikmah-hikmah yang bisa dipetik dari saripati kejadian-kejadian di masa lalu, termasuk pemilu,” ucap Anas.

Romadhon Jasn, menilai gagasan Anas relevan dengan tantangan pemilih muda di Kota Bandung.

“Poin Anas soal rakyat yang sadar dan berdaya itu harus diterjemahkan ke bahasa generasi muda. Sosialisasi tatap muka saja tidak cukup, karena ruang hidup mereka sudah pindah ke digital,” ujar Romadhon.

Anas menyoroti tiga pilar utama. Pertama, independensi penyelenggara pemilu.

Baca juga:  Visioner Indonesia: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Sudah Tepat di Tengah Gejolak Global

“Perintah konstitusi, KPU itu adalah KPU yang mandiri dan independen. Jadi semua pihak yang berkepentingan mesti respect dengan prinsip ini. Jangan diganggu-ganggu independensi KPU ini,” tegasnya.

Romadhon menyoroti turunnya partisipasi Pilkada Kota Bandung dari 76,72% pada 2018 menjadi 64,78% pada 2024.

banner 336x280

Komentar