Gagas Nusantara Maritim Apresiasi Arah Kebijakan KKP: Modernisasi Budidaya sebagai Jalan Keberlanjutan

Berita31 Dilihat
banner 468x60

“Keberhasilan Batam menjadi fondasi penting untuk memperluas model budidaya ke wilayah lain, membangun rantai pasok yang lebih terukur, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir,” tambah Romadhon Jasn.

GNM juga menyoroti dampak sosial-ekonomi dari pengembangan ISF Waingapu. Kawasan ini diproyeksikan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja di sepanjang rantai industri, dari hulu hingga hilir, dengan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal akan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan industri. Kehadiran fasilitas pendukung seperti cold storage, pabrik es, dan industri pengolahan diharapkan membentuk rantai ekonomi baru di Sumba Timur.

banner 970x250

Organisasi ini menegaskan bahwa keberlanjutan industri budidaya tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Keterlibatan masyarakat pesisir dalam rantai produksi menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara inklusif dan tidak terpusat pada korporasi besar semata.

“Kami memandang arah kebijakan KKP saat ini sebagai fondasi yang tepat untuk mentransformasi budidaya dari tradisional menuju modern yang berkelanjutan,” ujar Romadhon Jasn.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang gagasan kemaritiman, Romadhon menyatakan komitmen untuk terus mendukung kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan sumber daya dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai menjadi prasyarat untuk memastikan kebermanfaatan jangka panjang dari transformasi budidaya nasional.

banner 336x280
Baca juga:  Pejabat Lari Saat Rakyat Tenggelam: Wanda Desak Pencopotan dan Pemeriksaan Pidana Bupati Aceh Selatan

Komentar