JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM- Kaukus Muda Indonesia (KMI) menyampaikan apresiasi atas meningkatnya tingkat kepercayaan dan penilaian positif masyarakat terhadap kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagaimana hasil Survei Litbang Kompas Triwulan II Tahun 2026.
Berdasarkan hasil survei tersebut, citra positif Polri mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 82,4℅ responden menyatakan percaya terhadap Polri, sementara 80,6 persen menilai kinerja Polri lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, sekitar 80℅ responden juga menilai pelayanan di kantor-kantor kepolisian semakin nyaman dan lebih baik. Survei tersebut dilaksanakan pada 9–18 April 2026 terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI) Edi Homaidi mengatakan hasil survei tersebut merupakan indikator penting bahwa berbagai upaya pembenahan internal, peningkatan profesionalisme, serta reformasi pelayanan publik yang dilakukan Polri mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami mengapresiasi capaian Polri yang memperoleh kepercayaan tinggi dari masyarakat berdasarkan survei Litbang Kompas. Hasil ini menunjukkan bahwa kerja keras institusi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan, serta memperkuat profesionalisme telah mendapatkan pengakuan dari publik” Ujar Edi Homaidi kepada Media di Jakarta, Sabtu (27/06/2026).
Menurut mantan aktivis 1998 itu, kepercayaan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat penting bagi setiap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, capaian tersebut hendaknya tidak hanya dijadikan sebagai prestasi, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara konsisten.
“KMI menilai bahwa dalam beberapa tahun terakhir Polri terus melakukan berbagai langkah perbaikan, mulai dari digitalisasi pelayanan publik, peningkatan transparansi penanganan perkara, penguatan pengawasan internal, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia” Ucapnya.
Meski begitu, KMI mengingatkan bahwa hasil survei bukanlah akhir dari proses reformasi institusi. Masih terdapat berbagai tantangan yang harus terus diselesaikan, termasuk menjaga integritas anggota, meningkatkan akuntabilitas, mempercepat penyelesaian pengaduan masyarakat, serta memastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan berkeadilan.
















Komentar