Lokasi pengungsian sementara dipusatkan di Masjid At-Taubah dengan jumlah pengungsi sekitar 30 KK atau kurang lebih 150 orang. Pengungsi berasal dari RT 13 sebanyak 126 orang dan RT 14 sebanyak 24 orang, terdiri dari 2 bayi, 1 balita, dan 7 lansia.
Dalam penanganan bencana banjir tersebut, sejumlah stakeholder terlibat secara aktif, di antaranya Sentra Meohai Kementerian Sosial RI, BASARNAS, serta berbagai OPD lingkup Pemprov Sultra, dan Pemerintah Kota Kendari.
Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Sosial telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pendirian tenda pengungsian dan dapur umum, distribusi logistik bantuan, penyediaan tangki air bersih, hingga layanan kebutuhan makanan bagi warga terdampak.
Selain itu, BPBD Provinsi Sultra turut menyiapkan tenda pengungsian dan perahu karet, sementara Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dan obat-obatan.
Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra juga membantu penyediaan air bersih di lokasi terdampak.
Upaya penanganan turut didukung Brimob Polda Sultra melalui bantuan penjernihan air dan perahu karet, serta Satpol PP Provinsi Sultra dalam pengamanan wilayah terdampak banjir.










Komentar