Dari Benteng Kerajaan Hingga Pantai Lahonduru, Desa Wisata Wasuemba Penuh Pesona

banner 468x60

BUTON, NUSANTARAVOICE.COM- Di pesisir Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, berdiri sebuah desa wisata yang menyimpan perpaduan sempurna antara sejarah, budaya, dan keindahan alam bahari. Desa Wisata Wasuemba hadir sebagai salah satu destinasi unggulan Sulawesi Tenggara yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pesisir yang tenang sekaligus mengenal jejak peradaban Kesultanan Buton.

Desa Wasuemba memiliki bentang wilayah seluas kurang lebih 4.500 hektare yang terdiri dari kawasan pemukiman, pesisir pantai, perkebunan kelapa, perkebunan campuran, hingga lahan pertanian. Kondisi geografisnya didominasi dataran rendah dengan panorama alam yang memadukan hamparan laut biru, pepohonan kelapa yang rindang, dan kawasan konservasi pesisir yang masih sangat alami.

banner 970x250

Secara administratif, Desa Wasuemba terbagi menjadi empat dusun, yakni Dusun Wasuemba, Dusun Ngapa, Dusun Bantea, dan Dusun Piropa. Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup sebagai nelayan dan petani. Kehidupan masyarakat yang sederhana, religius, serta masih memegang kuat adat istiadat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke desa ini.

Perjalanan Wasuemba menjadi desa wisata tidak lahir secara instan. Kawasan wisata Lahonduru awalnya berkembang dari program konservasi laut Coremap yang bertujuan menjaga kawasan Daerah Perlindungan Laut atau Kaombo. Melihat manfaat besar program tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat, pemerintah desa bersama warga mulai membuka akses jalan menuju kawasan pesisir. Dari sinilah muncul gagasan menjadikan Lahonduru sebagai destinasi wisata berbasis alam dan konservasi.

Baca juga:  Sultra Dukung Gerakan Sensor Mandiri untuk Tontonan Sehat
Desa Wisata Wasuemba, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton.

Pengembangan kawasan wisata kemudian terus dilakukan secara bertahap melalui pembangunan jalan wisata, gazebo, jembatan lingkar, hingga trekking board di sepanjang pesisir. Upaya tersebut akhirnya mendapat pengakuan resmi melalui penetapan Desa Wasuemba sebagai Desa Wisata oleh Pemerintah Kabupaten Buton pada tahun 2019. Sejak saat itu, Wasuemba terus berkembang menjadi salah satu destinasi wisata bahari dan budaya yang mulai dikenal luas di Sulawesi Tenggara.

Salah satu ikon utama desa ini adalah Pantai Lahonduru. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang bersih dengan suasana yang tenang dan alami. Laut biru yang membentang luas berpadu dengan rindangnya pohon kelapa menciptakan panorama tropis yang memanjakan mata. Pantai Lahonduru juga dikenal sebagai “kerajaan keong” karena banyaknya keong laut yang hidup di sepanjang pesisirnya.

Tidak jauh dari pantai, wisatawan akan menemukan salah satu destinasi paling unik di Wasuemba, yakni E’e Tobungku, sebuah akuarium alami yang menjadi rumah bagi ikan-ikan purba yang dipercaya telah hidup sejak ratusan tahun lalu. Kolam alami ini begitu jernih sehingga pengunjung dapat melihat ikan-ikan berenang dengan jelas dari atas jembatan lingkar yang dibangun mengelilingi kawasan tersebut.

Baca juga:  Sekda Sultra Dorong Kendari Culture 2026 Jadi Etalase Budaya Global dan Magnet Kreativitas Anak Muda
banner 336x280

Komentar