IRAN, NUSANTARAVOICE.COM- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menyatakan telah mengirim balasan resmi terhadap proposal perdamaian yang diajukan United States melalui mediator Pakistan. Di saat yang sama, gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan akibat serangkaian serangan drone di kawasan Teluk.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa tanggapan Teheran terhadap proposal damai Washington telah diteruskan melalui pemerintah Pakistan. Proposal tersebut sebelumnya disebut memuat 14 poin kesepahaman terkait pembukaan kembali Selat Hormuz serta kerangka negosiasi baru mengenai program nuklir Iran.
Namun situasi kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa perang belum benar-benar selesai selama Iran masih memiliki stok uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi.
Dalam wawancara dengan program 60 Minutes, Netanyahu mengatakan Israel menginginkan fasilitas pengayaan uranium Iran dibongkar sepenuhnya. Ia juga menyebut uranium yang telah diperkaya harus dikeluarkan dari wilayah Iran.
“Perang belum selesai karena masih ada material nuklir dan lokasi pengayaan uranium yang harus dibongkar,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengambil nada berbeda. Trump mengatakan Amerika Serikat masih memantau stok uranium Iran melalui pengawasan satelit dan sistem pertahanan luar angkasa.
“Kami mengawasi lokasi itu. Jika ada yang mendekat, kami akan mengetahuinya,” kata Trump dalam wawancara dengan program Full Measure.
Meski demikian, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran jika diperlukan. Ia menyebut operasi militer AS sebelumnya baru menyasar sekitar 70 persen target yang telah direncanakan.
Di tengah upaya diplomasi tersebut, situasi keamanan di kawasan justru kembali memburuk. United Arab Emirates dan Kuwait melaporkan adanya drone yang memasuki wilayah udara mereka pada Minggu waktu setempat. Sebuah kapal di perairan Qatar juga dilaporkan mengalami kebakaran kecil akibat serangan drone.
















Komentar