RAHA, NUSANTARAVOICE.COM- Kabupaten Muna terus menegaskan diri sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara yang menawarkan pengalaman wisata lengkap mulai dari kekayaan budaya, keindahan alam, hingga geliat ekonomi kreatif masyarakat. Tiga kawasan yang kini semakin mencuri perhatian adalah Desa Wisata Tenun Masalili, Desa Kondongia dengan Puncak Wakila, serta Pantai Meleura di Desa Lakarinta.
Desa Wisata Tenun Masalili di Kecamatan Kontunaga menjadi jantung pelestarian budaya tenun tradisional Muna. Di desa ini, aktivitas menenun bukan sekadar pekerjaan, tetapi telah menjadi identitas dan warisan turun-temurun yang terus dijaga. Hampir setiap rumah memiliki alat tenun tradisional atau gedogan dalam bahasa lokal disebut katai yang digunakan oleh para ibu rumah tangga untuk menghasilkan kain berkualitas tinggi.
Keunikan tenun Masalili terletak pada teknik Sobi yang rumit, serta penggunaan pewarna alami dari tumbuhan yang menghasilkan warna khas dan tahan lama. Motif-motif yang dihasilkan pun bukan sekadar estetika, tetapi mengandung makna filosofis yang dahulu mencerminkan strata sosial dalam budaya Muna. Salah satu yang paling diminati adalah motif Bhotu, yang hingga kini tetap menjadi primadona pasar.
Tak kurang dari 800 pengrajin aktif menggerakkan roda ekonomi desa melalui produksi kain tenun. Selain membeli produk, wisatawan juga dapat menyaksikan langsung proses menenun secara tradisional, menjadikan Masalili sebagai destinasi wisata edukatif sekaligus kultural.
Dukungan terhadap pengembangan desa ini terus mengalir. Ketua Dekranasda Provinsi Sultra, Ny. Arinta Andi Sumangerukka, dalam kunjungannya menyerahkan bantuan benang kepada para perajin sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan industri kreatif berbasis lokal.
“Saya merasa sangat senang berada di Desa Masalili, bisa bertemu langsung dengan ibu-ibu perajin. Karya tenun ini bukan hanya indah, tetapi juga memiliki nilai budaya tinggi yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujarnya.
Ia juga mendorong para perajin untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi agar tenun Muna semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
Dari Masalili, perjalanan hanya sekitar 2,5 kilometer menuju Desa Kondongia, Kecamatan Lohia. Di sini berdiri Puncak Wakila, sebuah destinasi wisata alam yang menawarkan panorama spektakuler dari ketinggian. Dari puncak, hamparan Kota Raha terlihat berpadu dengan laut biru dan gugusan perbukitan hijau yang menenangkan.
Suasana sejuk dan alami menjadikan Puncak Wakila sebagai tempat ideal untuk bersantai, berfoto, hingga menikmati matahari terbenam. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini mengalami perkembangan signifikan. Berbagai fasilitas seperti spot foto, area duduk, hingga lapak kuliner mulai bermunculan, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
