Kehadiran wisata ini terbukti memberi dampak nyata. Para pelaku UMKM mampu meraup pendapatan hingga jutaan rupiah dalam satu malam saat kunjungan wisatawan membludak, terutama di akhir pekan.
Perjalanan kemudian dapat dilanjutkan sekitar 8,5 kilometer dari Kondongia menuju Pantai Meleura di Desa Lakarinta. Destinasi ini dikenal sebagai salah satu permata wisata bahari Muna dengan karakteristik yang unik dan eksotis. Air lautnya yang jernih berpadu dengan hamparan pasir putih serta gugusan batu karst yang menjulang, menciptakan lanskap yang kerap disandingkan dengan keindahan Raja Ampat.
Tidak hanya itu, kawasan Meleura juga menyimpan beragam daya tarik lain, seperti danau ubur-ubur, penangkaran satwa laut seperti penyu dan ikan kerapu, serta Danau Motonuno yang memiliki air jernih dan cerita legenda yang hidup di tengah masyarakat.
Dengan jarak yang relatif dekat sekitar 11 kilometer dari Masalili ketiga destinasi ini dapat dijelajahi dalam satu rangkaian perjalanan wisata yang utuh. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat, budaya lokal, serta geliat ekonomi kreatif yang tumbuh dari desa.
Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sektor pariwisata secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Sebulan saya menjabat, kami langsung merampungkan desain Poros Pariwisata Sultra dan memperbaiki ekosistem pariwisata secara menyeluruh. Semua daerah, termasuk Muna, harus tumbuh bersama dalam satu ekosistem terintegrasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan konektivitas, termasuk melalui rute penerbangan langsung, menjadi langkah strategis untuk mendorong kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sulawesi Tenggara.
Dengan potensi yang dimiliki, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci menjadikan Muna sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan.
