JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM— Di tengah demonstrasi Aliansi Cipayung Plus yang berkulminasi dengan penandatanganan deklarasi “Muna Damai” di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, perhatian masyarakat terarah pada kapabilitas strategis dan jiwa kepemimpinan Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy Purnama Sakti. Figur yang melalui rekam jejak karier telah menjalani berbagai pembelajaran operasional dan struktural hingga berhasil mengubah potensi eskalasi menjadi proses yang harmonis dan konstruktif.
Rekam jejak karier Indra Sandy memperlihatkan alur yang karakteristik bagi perwira yang terbentuk melalui pengalaman di unit lalu lintas sampai dengan jabatan analitis dan kepemimpinan operasional. Indra Sandy secara resmi menjabat sebagai Kapolres Muna pada pertengahan 2024 berdasarkan keputusan mutasi yang tertuang dalam surat keputusan internal Polri, penempatan yang memberikannya tanggung jawab komando operasional di kawasan Sulawesi Tenggara.
Sebelum menduduki posisi puncak di Muna, dokumentasi publik mencatat beberapa penugasan strategis. Sandy pernah bertugas sebagai Wakil Kapolres di Bukittinggi, menduduki jabatan Kasubdit Regident Ditlantas di lingkungan Polda Maluku, serta mengemban amanah di unit lalu lintas di berbagai wilayah. Pengalaman inilah yang mempertajam kemampuan pengambilan keputusan yang responsif, pengelolaan dinamika massa, dan sinergi antar institusi. Perpaduan tugas operasional dan fungsi analis kebijakan ikut mengembangkan kapasitasnya dalam merumuskan strategi pengamanan yang terukur.
Pengalaman memimpin apel, mengelola sumber daya manusia, dan memimpin operasi pengamanan menjadi bekal praktis saat menghadapi kondisi yang berpotensi memicu ketegangan. Praktik kepemimpinan Sandy yang tampak di Muna, yakni kehadirannya secara langsung di lokasi, membuka jalur komunikasi dengan delegasi mahasiswa, dan berkoordinasi berkesinambungan dengan Forkopimda merupakan manifestasi nyata dari pola yang selama ini terekam dalam perjalanan tugasnya. Hasilnya, kondisi yang secara nasional berpotensi berakhir dengan friksi justru terselesaikan secara damai dan produktif.
Berbagai dukungan kemudian bermunculan atas nama organisasi, salah satunya dari Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam atau LAPENMI PB HMI. Pernyataan apresiasi disampaikan kepada pimpinan Polres Muna atas pendekatan pengamanan yang humanis dan profesional.
