Kunjungi Kemenpar, Kadispar Sultra Dorong Penguatan SDM Pariwisata untuk Dukung Destinasi Unggulan

Berita13 Dilihat

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan kunjungan kerja dan audiensi strategis ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa, 3 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong percepatan pengembangan sektor pariwisata Sulawesi Tenggara sebagai destinasi unggulan nasional.

Dalam audiensi tersebut, Dispar Sultra memaparkan potensi pariwisata daerah secara komprehensif, mencakup wisata bahari kelas dunia, kekayaan alam dan geowisata, wisata budaya dan sejarah, hingga konsep pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi masyarakat lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan Sulawesi Tenggara menyimpan potensi pariwisata yang sangat besar dan beragam. Berdasarkan data terbaru, provinsi ini memiliki 2.067 daya tarik wisata yang tersebar di daratan dan kepulauan, mulai dari wisata bahari, alam, budaya, hingga geowisata.

“Ribuan daya tarik ini terdiri atas 325 desa wisata, 226 pantai, 123 spot penyelaman, 137 air terjun, serta 324 gua yang mencakup gua kering hingga cave dive. Selain itu, Sultra memiliki 177 benteng bersejarah, 91 danau, 14 air panas alam, 44 permandian alam, 41 wisata tebing, dan 6 kawasan geowisata,” ujar Ridwan.

Baca juga:  Visioner Indonesia: JMSI Sultra Tak Punya Legal Standing, Ikut Melapor Bukan Korban Dinilai Cari Sensasi

Ia menambahkan, kekayaan wisata ini menempatkan Sultra sebagai salah satu provinsi dengan keragaman destinasi alam dan budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pariwisata bahari menjadi unggulan utama, terutama dengan keberadaan ekosistem laut kelas dunia.

Di tingkat nasional, Sultra masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. Salah satu destinasi utama yang menjadi fokus pengembangan adalah Wakatobi, yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Kunjungan Dinas Wisata Sultra ke Kementrian Pariwisata, Selasa, 3/2/2026.

“Selain Wakatobi, pengembangan pariwisata juga diarahkan pada kawasan pendukung seperti Baubau, Kendari, dan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, yang masuk dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN). Kawasan-kawasan ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Ridwan.

Di tingkat daerah, Pemprov Sultra menetapkan sejumlah destinasi penyangga DPP Wakatobi melalui Perda Nomor 5 Tahun 2016 dan SK Gubernur Nomor 210. Beberapa destinasi unggulan yang masuk dalam kawasan penyangga tersebut antara lain Benteng Keraton Wolio, Pantai Toronipa, Labengki, Pulau Padamarang, Karst Matarombeo, Karst Pulau Muna, Mangrove Buton Utara, serta Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

Baca juga:  Diduga Beri Perlakuan Istimewa Pada Tersangka Illegal Mining Kolut, AP2 Indonesia Mendesak Pencopotan Karutan Kendari

Ridwan menekankan, potensi besar yang dimiliki harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan tersertifikasi. Ia mengusulkan sejumlah kegiatan strategis di bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata untuk menjawab tantangan kompetensi SDM.

Beberapa destinasi unggulan yang menjadi fokus pengembangan antara lain:

Surga Bahari dan Wisata Selam

Sultra dikenal sebagai surga bahari nasional. Taman Nasional Wakatobi diakui sebagai situs selam kelas dunia dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Labengki di Konawe Utara menawarkan laguna biru dan tebing karst, sementara Kepulauan Buton memiliki potensi cave dive unik. Destinasi lain meliputi Pulau Hari dan Pulau Sagori.

Destinasi Wisata Sekitar Kendari

Komentar