Kunjungi Kemenpar, Kadispar Sultra Dorong Penguatan SDM Pariwisata untuk Dukung Destinasi Unggulan

Berita2 Dilihat

Kota Kendari menjadi hub utama pariwisata Sultra, dengan objek wisata sekitar seperti Pulau Bokori, Pantai Toronipa, Pantai Batu Gong, Pantai Nambo, Pantai Namu, dan Pulau Hari.

Wisata Alam dan Pegunungan

Air Terjun Moramo di Konawe Selatan terkenal dengan teras kapurnya, Tangkeno dijuluki “negeri di atas awan”, sementara Danau Biru di Kolaka Utara menawarkan panorama eksotis.

Desa Wisata

Jumlah desa wisata di Sultra mencapai 325. Potensinya meliputi wisata air terjun, pantai, budaya, sejarah, dan pegunungan, dengan beberapa desa sudah lolos Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Namun, Ridwan menegaskan masih terdapat kesenjangan kompetensi SDM yang perlu segera ditangani, antara lain:

• Pengelola Desa Wisata: Sertifikasi masih terbatas, padahal penting untuk standar pelayanan dan keselamatan.

• Pemandu Wisata Selam: Tersedia sekitar 100 titik selam, namun pemandu selam bersertifikasi masih minim.

• Pemandu Wisata Gunung: Belum ada sertifikasi formal, sehingga Dinas Pariwisata menginisiasi pembentukan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) di Sultra.

Dinas Pariwisata mendorong pelatihan dan sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sesuai regulasi Kementerian Ketenagakerjaan, baik untuk pemandu wisata gunung, pemandu selam, pengelola desa wisata, maupun pemandu keselamatan wisata tirta.

Baca juga:  Wagub Sultra Tinjau Pembangunan RSUD Buton Tengah, Tekankan Percepatan dan Kualitas Proyek

“Pengembangan destinasi harus berjalan seiring peningkatan kualitas SDM. Inilah urgensi utama kami, agar pariwisata Sultra tidak hanya indah, tetapi juga unggul dalam pelayanan, keselamatan, dan profesionalisme,” pungkas Ridwan.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kemenpar, Faisal, menyambut positif langkah Dispar Sultra. Ia menilai pemetaan potensi destinasi yang disertai identifikasi gap kompetensi SDM merupakan fondasi penting pembangunan pariwisata berkelanjutan dan berdaya saing.

“Destinasi kuat tanpa SDM kompeten berisiko menimbulkan persoalan layanan, keselamatan, dan citra pariwisata daerah,” ucap Faisal.

Kemenpar mendukung penguatan SDM pada sektor strategis, termasuk pemandu wisata selam, pemandu gunung, pengelola desa wisata, dan bidang keselamatan wisata. Program pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi pemandu wisata juga memperkuat kelembagaan, khususnya dalam pencegahan risiko dan penanganan awal pada wisata ekstrem.

Sepanjang 2025, Kemenpar mencatat capaian signifikan, seperti pemberdayaan ribuan pelaku industri, masyarakat, dan aparatur pariwisata melalui pelatihan dan uji kompetensi, serta pencetakan ribuan lulusan Politeknik Pariwisata berstandar internasional. Program ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan dan daya saing pariwisata daerah, termasuk Sulawesi Tenggara.

Komentar