Visioner Indonesia: Tuduhan Arogansi dan Pemecah Belah terhadap Gubernur Sultra adalah Fitnah Keji

Berita21 Dilihat

KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM — Tuduhan yang dialamatkan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumanggeruka, sebagai pemimpin yang arogan dan dituding memecah belah persatuan masyarakat Sulawesi Tenggara dinilai sangat tidak berdasar serta mengarah pada fitnah keji yang menyesatkan opini publik.

Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak hanya miskin fakta, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mendelegitimasi kepemimpinan yang sah hasil pilihan rakyat.

Akril mengingatkan bahwa pasangan Andi Sumanggeruka–Hugua (ASR–Hugua) memenangkan Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara di 15 kabupaten/kota, dengan perolehan suara sekitar 52 persen dari empat pasangan calon yang berkompetisi. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan bukti kuat bahwa ASR–Hugua telah memenangkan hati dan kepercayaan mayoritas masyarakat Sulawesi Tenggara secara demokratis.

“Fakta elektoral ini tidak bisa dihapus dengan opini atau tuduhan sepihak. Kemenangan di 15 kabupaten/kota dengan persentase signifikan menunjukkan legitimasi politik yang kuat. Maka tuduhan arogan dan pemecah belah justru bertolak belakang dengan realitas pilihan rakyat,” tegas Akril.

Ia menilai, munculnya tuduhan dan fitnah terhadap ASR patut diduga sebagai bentuk ketidakpuasan segelintir pihak yang tidak menerima hasil demokrasi, sekaligus tidak senang melihat arah pembangunan dan kemajuan yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan ASR–Hugua.