Prabowo di WEF Davos: Tanpa Perdamaian, Kemakmuran Global Mustahil Terwujud

Berita36 Dilihat

SWISS, NUSANTARAVOICE.COM— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa dunia saat ini berada dalam pusaran ketidakpastian global, sehingga perdamaian dan stabilitas menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, Kamis (22/1/2026), di Davos, Swiss.

Dalam forum bergengsi yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku ekonomi global, dan pengambil kebijakan internasional itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa sejarah umat manusia telah berkali-kali membuktikan bahwa konflik dan instabilitas hanya melahirkan stagnasi dan penderitaan.

“Sejarah mengajarkan kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga umat manusia. Tanpa perdamaian, tidak akan ada pertumbuhan. Tanpa stabilitas, kemakmuran tidak mungkin tercapai,” tegas Presiden.

Di tengah kondisi global yang diwarnai pengetatan keuangan, ketegangan geopolitik, dan fragmentasi perdagangan internasional, Presiden Prabowo memaparkan bahwa Indonesia justru mampu menjaga kinerja ekonomi secara konsisten. Kepala Negara mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai salah satu titik terang pertumbuhan ekonomi global.

“IMF menggambarkan Indonesia sebagai ‘titik terang global’ dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang,” ujar Presiden Prabowo.

Baca juga:  Skandal Ijazah Bupati Busel: Jejak Pemalsuan Kian Terbuka, Publik Menuntut Kejelasan

Selain pertumbuhan ekonomi, Presiden juga menyoroti stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga. Inflasi Indonesia, kata Presiden, berada pada level yang terkendali, sementara disiplin fiskal terus dijaga melalui pengelolaan defisit anggaran yang prudent.

“Inflasi kita berada di kisaran 2 persen, dan defisit anggaran dijaga di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto,” jelasnya.

Komentar