Audit Ekologi Sumatra: Fondasi Kedaulatan di Tengah Ujian Bencana

Opini77 Dilihat

Dari sisi kesehatan publik, perhatian terhadap ancaman pasca-banjir seperti leptospirosis dan diare pada anak-anak harus menjadi prioritas pengawalan pemerintah. Komitmen Presiden dalam memperkuat sumber daya manusia sejak usia dini harus tercermin dalam aksi vaksinasi masif di wilayah terdampak. Kritik mengenai capaian imunisasi harus dilihat sebagai peluang bagi kementerian terkait untuk melakukan akselerasi pelayanan di pelosok Sumatra. Menjamin kesehatan generasi muda adalah bentuk investasi paling nyata dari setiap kebijakan pemulihan bencana yang kita lakukan hari ini.

Visi besar Presiden mengenai kemandirian bangsa sangat selaras dengan upaya “Reset Inklusif” di sektor kehutanan. Kebijakan moratorium sawit di wilayah DAS kritis yang sedang dikaji akan menjadi hadiah luar biasa bagi ekosistem Sumatra. Ini bukan kebijakan yang anti-bisnis, melainkan kebijakan yang pro-keberlanjutan. Dengan memberikan waktu bagi alam untuk pulih, pemerintah memastikan fungsi hutan sebagai benteng pertahanan alami tetap kokoh. Langkah ini secara strategis juga melindungi program swasembada pangan agar lahan pertanian rakyat di hilir tidak lagi terancam oleh luapan air yang tak terkendali.

Pembentukan forum kolaboratif yang melibatkan lintas sektor dalam mengaudit dampak lingkungan dapat menjadi blueprint baru bagi ketahanan nasional. Kampanye “Sumatra Hijau Tahan Bencana” di berbagai media nasional dapat menjadi gerakan kolektif yang mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga hutan sebagai aset pertahanan negara. Dengan pengawalan lingkungan yang ketat, pertumbuhan ekonomi di Sumatra tidak lagi akan dihantui oleh ketakutan akan bencana susulan, melainkan akan tumbuh di atas pondasi yang kokoh dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat.

Pada akhirnya, arah baru kebijakan Sumatra ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo sedang menenun simfoni antara kekuatan ekonomi dan kelestarian alam. Optimisme masa depan kini terpancar dari keberanian negara untuk mengevaluasi diri dan menegakkan kedaulatan ekologis sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatan nasional. Kepemimpinan yang berani memeriksa kesalahan masa lalu adalah kepemimpinan yang mampu menjamin kemuliaan masa depan bangsa secara berkelanjutan. Dengan menjaga hutan Sumatra tetap hijau, kita sebenarnya sedang memastikan bahwa kejayaan Indonesia berdiri di atas tanah yang diberkati dan dilindungi untuk selamanya.

Penulis: Wanda Assyura, Tokoh Pemuda Aceh