Trump Disebut Beri Ultimatum ke Presiden Venuzuela Maduro untuk Mundur

Internasional66 Dilihat

“Kami menginginkan perdamaian, tetapi perdamaian dengan kedaulatan dan kebebasan. Kami tidak menginginkan perdamaian seorang budak,” katanya di hadapan ribuan pendukungnya.

Meski ada laporan ultimatum, sejumlah analis skeptis bahwa Amerika Serikat benar-benar akan melakukan aksi militer besar untuk menggulingkan Maduro. Beberapa sumber menyebut elitenya menganggap ancaman Washington sebagai “gertakan”.

Sejak menjabat pada 2013, Maduro telah bertahan dari berbagai krisis mulai dari tekanan maksimal era Trump, demonstrasi massal, krisis ekonomi ekstrem, percobaan pembunuhan pada 2018, hingga kekalahan dalam pemilu presiden yang disebut-sebut dimenangkan oposisi Edmundo González.

Editorial Wall Street Journal pada Minggu menyarankan pemerintahan Trump agar terus meningkatkan tekanan kepada Venezuela dan menilai bahwa “menjatuhkan Maduro merupakan kepentingan nasional AS”.

Di tengah ketegangan, Presiden Kolombia Gustavo Petro menawarkan kota Cartagena sebagai lokasi bagi pembicaraan antara pemerintah Maduro dan pihak oposisi sebagai jalan damai.

Sementara itu, dalam surat yang dikirim ke OPEC dan dipublikasikan media pemerintah Venezuela, Maduro menuduh AS berupaya “mengambil alih cadangan minyak terbesar di dunia yang dimiliki Venezuela melalui penggunaan kekuatan militer”.