KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM – Seorang tamu Hotel Milenium Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama La Ode Patri Anwar menjadi korban dugaan penganiayaan yang melibatkan sejumlah orang yang disebutnya sebagai karyawan hotel. Bahkan, korban menilai tindakan kelompok tersebut menyerupai praktik premanisme karena datang bergerombol dan bersikap intimidatif. Insiden itu terjadi pada Rabu (19/11/2025).
Saat ditemui awak media Patri menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika ia hendak pulang seusai mengikuti kegiatan pelatihan di hotel tersebut.
“Kemarin selesai kegiatan pelatihan, saya langsung pulang dan menyalakan motor sekitar jam 5 sore. Motor saya memang agak tinggi gasnya, dan karena ruangan tertutup, suaranya kedengaran besar,” jelasnya.
Patri mengatakan bahwa saat menuju jalan poros hotel, ia mendengar teriakan dari arah belakang. Awalnya ia mengira suara tersebut berasal dari teman-temannya.
“Pas di jalan poros saya diteriaki. Saya kira teman-temanku, jadi saya balik. Ternyata yang berteriak itu diduga karyawan hotel,” ujarnya.
Ia mengaku sempat cekcok dengan orang tersebut di area parkir sebelum meninggalkan lokasi.
Namun, suasana berubah mencekam keesokan harinya. Patri mengungkapkan bahwa orang yang sama kembali mendatanginya, kali ini bersama kelompok yang lebih besar.
