Wakili Gubernur Sultra di Forum Dunia, Ridwan Badallah Promosikan Potensi Ekonomi Biru ke 80 Negara

banner 468x60

CHINA, NUSANTARAVOICE.COM- Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ridwan Badallah, membawa potensi dan gagasan pembangunan Gubernur Sulawesi Tenggara ke panggung internasional melalui The World Maritime Equipment Conference 2026 di Fuzhou, Provinsi Fujian, China.

Dalam forum Marine Biomedicine and Blue Economic Development, Ridwan tampil sebagai pembicara mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara untuk memaparkan peluang pengembangan ekonomi biru, potensi sumber daya kelautan, serta pengembangan biomedis kelautan di Bumi Anoa.

banner 970x250

Konferensi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Fujian itu dihadiri perwakilan dari sekitar 80 negara. Partisipasi Sultra menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan maritim daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dalam bidang investasi, penelitian, teknologi, dan pengembangan industri kelautan.

Dalam pemaparannya, Ridwan menjelaskan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi ekonomi biru yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Potensi tersebut dipetakan ke dalam empat wilayah utama sebagai dasar pengembangan kawasan dan pengelolaan sumber daya secara terintegrasi.

Wilayah pertama mencakup Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana. Wilayah kedua meliputi Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Kendari, Konawe Utara, dan Konawe. Wilayah ketiga terdiri atas Buton Tengah, Muna, Muna Barat, dan Buton Utara. Sementara wilayah keempat meliputi Wakatobi, Buton Selatan, Buton, dan Kota Baubau.

Baca juga:  Desa Napa Bersiap Jadi Sorotan Nasional, Sultra Wakili Indonesia Timur di Launching Koperasi Merah Putih

“Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang tersebar di seluruh wilayah. Potensi ini menjadi modal penting untuk mendorong ekonomi biru, memperkuat perekonomian daerah, dan membuka peluang kolaborasi dengan mitra internasional,” demikian rumusan kutipan berdasarkan materi paparan yang disampaikan.

Menurut Ridwan, potensi ekonomi biru Sultra tidak hanya mencakup perikanan tangkap dan budidaya, tetapi juga garis pantai, kawasan mangrove, padang lamun, terumbu karang, rawa, danau, sungai besar, serta dukungan sektor pertanian dan perkebunan. Keberadaan pelabuhan perikanan dan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor maritim.

Dalam forum tersebut, Ridwan turut memaparkan peluang pengembangan marine biomedicine atau biomedis kelautan. Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah kekayaan terumbu karang di kawasan Wakatobi.

Selain terumbu karang, Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya hayati laut lainnya, termasuk ikan laut, spons laut, dan mangrove yang dapat menjadi objek penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi berbasis kelautan.

“Potensi biodiversitas laut Sulawesi Tenggara perlu didukung oleh riset, teknologi, dan kerja sama lintas negara agar dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah ekonomi. Pengelolaannya juga harus memperhatikan kelestarian ekosistem dan keberlanjutan sumber daya laut,” demikian rumusan pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber.

Baca juga:  Trump Klaim Capai Kesepakatan Dagang dengan Indonesia: RI ke AS 19% dan AS ke RI 0

Pengembangan biomedis kelautan diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia usaha, khususnya dalam mengeksplorasi potensi sumber daya hayati laut secara bertanggung jawab.

banner 336x280

Komentar