Quo Vadis Polri: Dari Presisi Menuju Bersama Masyarakat, KMI Gelar Diskusi Publik di Jakarta

Berita5 Dilihat
banner 468x60

Azam Khan, narasumber kedua, menekankan bahwa Polri harus menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Ia menyerukan pentingnya persatuan mahasiswa, masyarakat, dan tokoh untuk perbaikan. “Kita menangani kasus seperti kasus Jokowi, tekanannya luar biasa. Perjuangan ini memang pahit, maka kita harus bersatu,” ujarnya.

Azam menegaskan bahwa persoalan-persoalan ini sentralnya ada di kepolisian. “Apakah Polri benar-benar profesional bekerja berdasarkan KUHAP? Menjadikan hukum sebagai panglima,” tegasnya.

banner 970x250

Ketua Umum KMI, Edi Homaidi, menutup diskusi dengan pesan bahwa forum ini adalah ikhtiar kolektif untuk mengawal transisi Polri. “Kami tidak menuntut Polri menjadi sempurna. Kami hanya menuntut keberanian untuk membenahi diri. Slogan ‘Polisi Bersama Masyarakat’ harus dibuktikan, bukan hanya diucapkan,” pungkasnya.

Diskusi ini menjadi cermin bahwa reformasi Polri masih panjang. KMI akan terus mengawal.

banner 336x280
Baca juga:  Tidak Ada Kebal Hukum, Sekjen Visioner Indonesia Dukung Polda Sultra Proses Hukum AYP

Komentar