IHSG Bangkit, Founder VI45 Apresiasi Langkah Dasco dan Dorong Reformasi Pasar Modal Berkelanjutan

banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM – Founder Visioner Indonesia 45 (VI45), Akril Abdillah, menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (20/10/2026) menjadi sinyal positif di tengah tekanan pasar modal Indonesia. Ia mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang turun langsung berkoordinasi dengan otoritas terkait sebagai bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan investor.

IHSG tercatat menguat 2,92% ke level 5.142 pada sesi I perdagangan, setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait evaluasi klasifikasi pasar saham Indonesia.

banner 970x250

Menurut Akril, kunjungan Dasco ke Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama sejumlah pemangku kepentingan, memiliki arti penting karena menunjukkan adanya perhatian serius dari unsur legislatif terhadap stabilitas pasar keuangan nasional.

“Penguatan IHSG ini menjadi perkembangan positif yang patut diapresiasi. Kehadiran Pak Sufmi Dasco Ahmad bersama para pemangku kepentingan menunjukkan bahwa persoalan pasar modal mendapat perhatian serius. Dalam situasi penuh tekanan, koordinasi dan kepastian kebijakan sangat penting untuk memulihkan kepercayaan investor,” ujar Akril.

Berdasarkan data, saham Bank Mandiri (BMRI) menguat 5,95%, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 5,12%, Bank Negara Indonesia (BBNI) meningkat 4,05%, dan Bank Central Asia (BBCA) naik 2,70%.

Baca juga:  KPPU Sidangkan Dugaan Kartel Bunga Fintech, 97 Perusahaan Terlibat

Menurut Akril, penguatan saham perbankan menjadi salah satu perkembangan yang menarik untuk dicermati karena sektor perbankan memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas ekonomi, pembiayaan dunia usaha, dan kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.

“Ketika saham-saham perbankan menunjukkan penguatan, tentu hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar. Namun, yang lebih penting adalah memastikan bahwa penguatan tersebut didukung oleh fundamental perusahaan, transparansi, dan kepercayaan investor yang terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, langkah sejumlah emiten menyiapkan pembelian kembali saham atau buyback, rencana Danantara untuk menambah kepemilikan pada saham BUMN berfundamental kuat, serta upaya BEI memperbaiki transparansi kepemilikan saham merupakan bagian dari rangkaian respons yang perlu dicermati pasar.

banner 336x280

Komentar