Open House Sekolah Garuda, Siswa SMP/MTs Sultra Diajak Ikut Penerimaan Peserta Didik Baru 2027

Pendidikan7 Dilihat
banner 468x60

Menurutnya, kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan karakter dan nilai kebangsaan agar generasi muda mampu menghadapi persaingan global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Selain itu, kegiatan gelar griya menjadi awal transisi pengelolaan Sekolah Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada LPUPK-RI. Transisi ini diharapkan mendukung pengembangan talenta nasional melalui ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi.

banner 970x250

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Muhammad Fadlansyah, menyampaikan bahwa kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan nasional di daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyambut baik pembangunan sekolah tersebut sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di bidang pendidikan.

Menurut Gubernur, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan arah kemajuan bangsa. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kecerdasan buatan, serta persaingan global, generasi muda perlu dibekali tidak hanya dengan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter, integritas, kreativitas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Baca juga:  Dugaan Pemalsuan Ijazah Bupati Buton Selatan Kian Menguat, Publik Desak Investigasi

Kehadiran SMA Unggul Garuda di Konawe Selatan diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, budaya riset, dan inovasi, khususnya di bidang sains dan teknologi serta berbagai bidang strategis lainnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah menetapkan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda.

Gubernur berharap capaian satu tahun pembangunan dan penyelenggaraan SMA Unggul Garuda menjadi landasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga sekolah tersebut berkembang menjadi lingkungan belajar yang berkualitas, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, Dian Anggraini, melaporkan bahwa sekolah tersebut berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 20 hektare. Pembangunan dimulai pada Oktober 2025 melalui peletakan batu pertama.

Sementara kegiatan pendidikan mulai berlangsung pada Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran 2026/2027. Pada angkatan pertama, sekolah menerima 76 peserta didik yang berasal dari Sulawesi Tenggara dan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia.

Sejak kegiatan pembelajaran dimulai, sekolah secara bertahap melaksanakan kegiatan akademik, pembinaan kedisiplinan, serta pengembangan minat dan bakat peserta didik.

Baca juga:  13 Kampus Indonesia Masuk Daftar Riset Bermasalah, Mendikti Minta Evaluasi dan Perbaikan

Dari sisi infrastruktur, progres pembangunan fisik sekolah telah mencapai sekitar 89 persen. Sejumlah fasilitas yang diperkenalkan kepada para tamu undangan meliputi ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, asrama, gedung serbaguna, dan berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya.(Wulan/Kominfo)

banner 336x280

Komentar