Untuk di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan, Suharyanto menjelaskan bahwa pemadaman dititikberatkan pada operasi darat. Heli water bombing di Kalimantan Tengah, kata Suharyanto, tidak bisa melakukan penerbangan karena kondisi cuaca dan jarak pandang.
“Untuk Sumatra Selatan baru hari ini bisa terbang, dan nanti kami akan padukan dengan operasi modifikasi cuaca, kami tambah armadanya. Kalimantan Tengah menggunakan empat pesawat dan Sumatra Selatan menggunakan dua pesawat dari Pangkal Pinang,” jelas Kepala BNPB.
Lebih Lanjut, Suharyanto menyampaikan bahwa pemerintah terus mencermati prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan di wilayah Indonesia. Kepala BNPB mengatakan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras dalam penanganan karhutla.
“Paling tidak di bulan Oktober ini, mudah-mudahan nanti begitu prediksi BMKG sudah mulai turun hujan alami di pertengahan Oktober sampai dengan November, dan selanjutnya setelah musim hujan turun, tentu saja kondisi karhutla akan lebih baik. Tapi sebelum itu kami siap untuk bekerja keras mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki,” tandasnya.










Komentar