Kapolri di Rembang: Ulama Beri Arah, Polri Jaga Rasa Aman

Berita19 Dilihat

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan penting saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). Dalam forum yang dihadiri ribuan peserta itu, ia menegaskan bahwa ulama dan umara memiliki peran berbeda, tetapi saling menguatkan.

Kapolri menggambarkan ulama sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa. Sementara itu, Polri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. “Pembangunan membutuhkan ruang yang aman, sementara keamanan membutuhkan persatuan yang terus dirawat,” ujar Kapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga secara khusus memohon doa dan bimbingan para ulama untuk seluruh personel Polri yang sedang menjalankan tugas. Ia menyadari bahwa tugas anggota Polri penuh risiko. “Saya titip, mohon doakan anak-anak kami yang menjalankan tugas agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan,” ungkapnya.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menyambut baik pesan Kapolri tersebut. Ketua JAN, Romadhon Jasn, menilai pernyataan Kapolri sebagai bentuk kesadaran bahwa keamanan bukan hanya soal penindakan, tetapi juga soal kebersamaan dan spiritualitas.

“Pesan Kapolri ini sangat penting. Beliau menyadari bahwa kekuatan Polri tidak hanya berasal dari senjata atau kewenangan, tetapi juga dari doa dan dukungan ulama. Ini adalah bentuk kerendahan hati yang patut diapresiasi,” ujar Romadhon, Sabtu, (26/9/2026)

Romadhon juga menyoroti makna kolaborasi ulama dan umara dalam konteks kebangsaan. Menurutnya, sinergi ini telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia, dan harus terus dijaga. “Sejak masa perjuangan, ulama dan umara selalu berjalan bersama. Kolaborasi ini bukan hal baru, tetapi fondasi yang harus kita rawat bersama,” tegasnya.