JAMMA Kecam Perusakan Fasilitas Umum saat Demo, Dukung Langkah Pemprov DKI dan Aparat Penegak Hukum

Berita42 Dilihat

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM- Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan DPR RI pada Kamis (27/8) berakhir ricuh. Kelompok perusuh yang menyusup di tengah massa aksi melakukan tindakan anarkis, merusak sejumlah fasilitas umum, membakar pagar Gedung DPR/MPR, hingga merusak pos polisi, marka jalan, dan kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik di Jakarta .

Jaringan Masyarakat Madura Jakarta (JAMMA) angkat bicara mengecam keras tindakan perusakan fasilitas publik yang merugikan masyarakat luas. Ketua Umum JAMMA, Edi Homaidi, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional, tetapi tindakan anarkis dan vandalisme tidak bisa ditoleransi.

“JAMMA mengecam tindakan perusakan fasilitas umum yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab saat aksi demonstrasi. Merusak CCTV, pos polisi, dan fasilitas publik lainnya bukanlah bagian dari menyampaikan pendapat. Itu tindakan kriminal,” ujar Edi Homaidi kepada awak media, Sabtu (29/8).

Menurut data Polda Metro Jaya, sebanyak 322 orang telah diamankan terkait kericuhan tersebut. Ratusan orang yang ditangkap terdiri dari 162 orang dewasa (18-40 tahun) dan 160 anak di bawah umur (12-19 tahun) . Barang bukti yang disita antara lain golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, rantai besi, dan empat tongkat bambu .

Salah satu aksi vandalisme yang terekam jelas adalah perusakan CCTV di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dua orang remaja terlihat memanjat tiang dan menghancurkan kamera pengawas yang selama ini menjadi “mata” keamanan warga .

Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi Mutiara, menyatakan CCTV memiliki fungsi penting: mencegah kriminalitas, memantau pelayanan publik, dan mendukung pengaturan lalu lintas. “Setiap tindakan perusakan terhadap fasilitas publik akan kami laporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya .