Eks Ketua BEM FKIP UHO Kritik Pernyataan Ali Mazi soal Pimpinan DPRD Sultra: Jangan Perkeruh Suasana

Berita73 Dilihat
banner 468x60

Menurutnya, sebelumnya terdapat dinamika terkait posisi Sahrul Said yang didorong untuk menggantikan pimpinan DPRD Sultra. Kini, nama Sudarmanto Saeka kembali muncul dalam dinamika penunjukan pimpinan DPRD.

“Ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan publik. Jangan sampai keputusan politik yang seharusnya menjadi urusan organisasi justru dibawa menjadi konflik terbuka dan menyeret kepentingan pribadi,” ujar Ferli.

banner 970x250

Ia menilai pernyataan yang menyentuh persoalan personal justru dapat memperlebar jarak di antara kader dan menciptakan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Ferli meminta seluruh elite dan kader NasDem, baik di tingkat daerah maupun pusat, mengedepankan dialog dan mekanisme organisasi dalam menyelesaikan setiap persoalan internal.

“Persoalan ini harus didudukkan bersama. Jangan menciptakan keonaran di tengah publik hanya karena perbedaan kepentingan politik. Partai politik seharusnya menjadi ruang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan arena mempertontonkan konflik kekuasaan,” tegasnya.

Ferli berharap para elite politik di Sultra dapat menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi setiap dinamika politik. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ketenangan, kepastian dan kerja nyata, bukan pertikaian antar-elites.

“Rakyat sedang membutuhkan keberpihakan dan kerja nyata. Karena itu, para elite harusnya menyatukan langkah dan energi untuk kepentingan masyarakat, bukan terjebak dalam konflik perebutan posisi dan kepentingan kekuasaan,” pungkasnya.

Baca juga:  Perkuat Sinergi Ekspor, Gubernur Sultra Gandeng Badan Karantina Indonesia

banner 336x280

Komentar