Lebih jauh, Akril menegaskan bahwa setiap investasi di sektor sumber daya alam idealnya tidak hanya diukur dari sisi ekonomi makro, tetapi juga dari dampak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Ia mengajak seluruh pihak untuk melihat keberadaan PT WIN secara objektif dan proporsional, dengan mempertimbangkan manfaat nyata yang telah dirasakan warga serta kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah.
“Kita perlu menghindari generalisasi yang dapat mengaburkan fakta di lapangan. Di Torobulu, kita melihat adanya masyarakat yang secara nyata terbantu dan mendukung keberadaan perusahaan karena dampaknya dirasakan langsung,” tegasnya.
Visioner Indonesia juga mendorong dialog konstruktif antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan agar setiap dinamika yang muncul dapat diselesaikan secara transparan dan berbasis data.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, diharapkan keberadaan industri pertambangan seperti PT WIN dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan di wilayah operasionalnya.
