“Tempurung kelapa yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diubah menjadi berbagai produk kreatif, mulai dari suvenir hingga perlengkapan rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik tersendiri,” katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan pelaku usaha kreatif baru yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Kami ingin masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya menjadi peluang usaha yang produktif. Dengan demikian, ekonomi kreatif dapat tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Dispar Sultra berharap tercipta sinergi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat identitas daerah melalui produk-produk unggulan berbasis potensi lokal.
