“Konsistensi dan Keberhasilan Kapolda Metro Jaya di Tengah Dua Peristiwa Besar”

Berita0 Dilihat

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM– Polda Metro Jaya mencatat dua peristiwa besar dalam sepekan terakhir: aksi unjuk rasa 12 Juni dan eksekusi pengosongan Hotel Sultan, Kamis (18/6/2026). Di tengah dinamika itu, konsistensi kepemimpinan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menjadi sorotan publik.

Kapolda menerapkan pendekatan humanis di kedua peristiwa tersebut. Pada demo 12 Juni, beliau melarang personel membawa senjata api dan menginstruksikan komunikasi persuasif. Hasilnya, aksi berlangsung tanpa gas air mata dan tanpa korban luka.

Saat eksekusi Hotel Sultan, 3.161 personel gabungan Polri-TNI diterjunkan. Meski menghadapi pelemparan batu yang melukai 31 orang, aparat tetap mengedepankan negosiasi dan tindakan terukur. Tidak ada korban jiwa dalam pengamanan tersebut.

Polda Metro Jaya juga berhasil mengamankan 119 orang yang diduga memobilisasi massa untuk menghalangi eksekusi. Kabid Humas Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa 69 di antaranya bukan karyawan Hotel Sultan, melainkan pihak luar yang sengaja datang.

Penangkapan dini terhadap dua pembawa bom molotov pada demo 12 Juni juga menjadi bukti kesiapan intelijen. Seorang pelaku berinisial ANH (24) telah ditetapkan sebagai tersangka. Langkah ini mencegah potensi kericuhan sebelum sempat meluas.