Bahlil Jamin Tak Ada Pemadaman, Listrik Padam di Pati, Jepara dan Bogor, Ini Kegagalan Total

Berita8 Dilihat

Ia menambahkan lonjakan utang PLN dari Rp655 triliun menjadi Rp711 triliun di bawah kepemimpinan Darmawan sebagai bukti kegagalan manajemen keuangan. “Hutang membengkak, pemadaman merajalela. Apa prestasi Darmawan? Tidak ada!”

RUPSLB PLN telah digelar Kamis (18/6) malam. Hasilnya justru mengecewakan: Darmawan tetap dipertahankan sebagai Dirut, hanya ditambahkan posisi Wakil Dirut yang dijabat Yusuf Didi Setiarto . Sementara itu, beberapa direksi yang sebelumnya menjabat seperti Adi Priyanto (Direktur Retail dan Niaga) dan Hartanto Wibowo (Direktur Perencanaan Korporat) telah digantikan oleh nama baru M. Fahrur Rozy dan Rakhmad Dewanto Haris J.

“Ini penghinaan bagi rakyat yang terus gelap! RUPS mempertahankan orang yang gagal total, hanya mengganti beberapa kursi saja. Kami mendesak Presiden Prabowo mengevaluasi Menteri Bahlil sekaligus mencopot Darmawan Prasodjo. Kegagalan keduanya sudah tidak bisa ditoleransi,” pungkas Romadhon.

“Evaluasi kabinet adalah keniscayaan. Bahlil penyebab krisis, Darmawan gagal mengelola PLN. Rakyat terus jadi korban. Presiden harus bertindak tegas. Copot keduanya, sekarang!” tegas Roni.

PLN menyampaikan maaf dan menjanjikan pemulihan. Namun, kritik Roni menegaskan permintaan maaf tanpa perbaikan kepemimpinan hanya mengulang siklus kegagalan yang sama—janji di atas, penderitaan di bawah.