Demo Pertamax Meluas di 12 Juni, Pertamina Klarifikasi Hoaks Pertalite: Publik Diminta Tenang

Berita102 Dilihat

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM — Gelombang unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat meletus di sejumlah daerah pada Jumat (12/6/2026). Demo yang terjadi di Jakarta, Bandung, Kendari, hingga Lampung ini dipicu oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter yang berlaku sejak 10 Juni lalu.

Di Lampung, aksi bahkan dilakukan tiga pemuda dengan menjahit mulut mereka saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Aksi ekstrem ini menjadi simbol protes atas kebijakan yang dinilai memberatkan rakyat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Di tengah situasi panas ini, isu hoaks tentang pembatasan pembelian Pertalite maksimal Rp50.000 per kendaraan kembali beredar luas. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, turun tangan meluruskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Setahu saya pembatasan itu belum ada. Masyarakat masih dapat membeli Pertalite seperti biasa,” ujar Roberth.

Menanggapi situasi ini, Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, mengimbau publik agar tetap tenang dan tidak terprovokasi hoaks. “Kami mencermati pernyataan resmi Pertamina. Ini harus jadi rujukan. Jangan sampai isu tak jelas sumbernya membuat masyarakat resah dan berujung panic buying,” ujar Romadhon, Minggu (14/6/2026).