Bagi masyarakat Wasuemba, E’e Tobungku bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari warisan budaya dan kepercayaan lokal. Ikan-ikan yang hidup di kolam tersebut dianggap keramat dan tidak boleh ditangkap maupun dikonsumsi. Meski sarat kisah mistis, kawasan ini justru menjadi daya tarik wisata yang paling banyak dikunjungi. Wisatawan biasanya datang untuk memberi makan ikan, menikmati suasana tenang, atau mengabadikan foto di atas boardwalk yang menghadap langsung ke kolam alami.

Selain wisata bahari, Desa Wasuemba juga memiliki kekayaan sejarah yang erat kaitannya dengan perjalanan Kesultanan Buton. Di desa ini masih berdiri benteng peninggalan kerajaan yang lokasinya tidak jauh dari pusat informasi desa wisata. Benteng tersebut menjadi saksi perjalanan sejarah masyarakat Buton sekaligus memiliki hubungan dengan jaringan benteng Kesultanan Buton yang dikenal sebagai benteng terluas di dunia.
Jejak sejarah lainnya juga masih dapat ditemukan di kawasan desa, mulai dari meriam tua, makam penjaga benteng, hingga situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan tokoh Buton pada masa lampau. Kekayaan sejarah inilah yang menjadikan Wasuemba bukan hanya menarik sebagai destinasi alam, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran budaya dan sejarah lokal.
Kehidupan masyarakat pesisir di Wasuemba juga menjadi atraksi tersendiri bagi wisatawan. Nelayan setempat masih mempertahankan cara-cara tradisional dalam menangkap ikan, seperti menggunakan perangkap bambu, tombak ikan, hingga menyuluh ikan di malam hari menggunakan lampu dan peralatan sederhana. Aktivitas ini menghadirkan pengalaman autentik yang jarang ditemukan di daerah lain.
Potensi budaya Desa Wasuemba semakin hidup melalui pelaksanaan Festival Wasuemba Happy Nice yang digelar setiap tahun pada bulan November. Festival ini menjadi ruang promosi budaya dan pariwisata desa melalui berbagai kegiatan seperti karnaval potensi desa, tarian kolosal, lomba permainan tradisional, galeri UMKM, hingga atraksi Pindoko atau lomba tombak ikan yang menjadi ciri khas masyarakat pesisir Wasuemba.
Festival tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat lokal sekaligus menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Wasuemba. Keramahan warga yang memperlakukan tamu layaknya keluarga sendiri menjadi kesan mendalam yang selalu diingat para pengunjung.
Dengan perpaduan wisata sejarah, budaya, konservasi laut, dan pesona bahari yang masih alami, Desa Wisata Wasuemba menjadi salah satu permata pariwisata di Kabupaten Buton. Sebuah destinasi yang bukan hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang tradisi, perjuangan, dan keharmonisan masyarakat pesisir yang terus menjaga warisan leluhur mereka hingga hari ini.
















Komentar