Desa Wisata Rahia dan Pesona Telaga Kotaeono: Surga Tersembunyi di Jantung Buton Tengah

BUTENG, NUSANTARAVOICE.COM- Kabupaten Buton Tengah tidak pernah kehabisan cara untuk memukau para pencinta wisata alam. Di balik bentang alam karst yang eksotis dan budaya masyarakat yang masih terjaga, tersimpan sebuah destinasi yang kini menjadi primadona baru wisata bahari dan wisata alam Sulawesi Tenggara, yakni Desa Wisata Rahia di Kecamatan Gu.

Desa Rahia dikenal sebagai kawasan yang memadukan kekayaan alam, suasana pedesaan yang tenang, serta panorama wisata yang masih alami. Salah satu daya tarik utamanya adalah Telaga Kotaeono, sebuah perairan alami yang tersembunyi di balik tebing batu kapur dan kini menjadi ikon wisata baru Buton Tengah. Tempat ini bahkan kerap disebut sebagai “Green Canyon”-nya Sulawesi Tenggara karena keindahannya yang begitu unik dan memanjakan mata.

Perjalanan menuju Telaga Kotaeono menghadirkan pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Dari kawasan pusat Kabupaten Buton Tengah maupun dari jalur pelabuhan penyeberangan, pengunjung akan melewati hamparan perkampungan, kebun warga, hingga bentang alam khas kawasan karst yang begitu memikat. Sesampainya di Desa Rahia, suasana pedesaan yang asri langsung terasa. Pepohonan rindang, udara yang sejuk, dan keramahan masyarakat menjadi sambutan awal sebelum memasuki kawasan wisata.

Telaga Kotaeono di desa wisata Rahia, Kecamatan Gi, Buton Tengah.

Untuk mencapai telaga, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak melewati kebun masyarakat. Jalur ini menghadirkan sensasi petualangan tersendiri karena pengunjung akan menuruni celah-celah batu karst yang sempit menyerupai lorong alami. Dari sela-sela batu itulah, samar-samar mulai terlihat warna air telaga yang kehijauan dan berkilau diterpa cahaya matahari.

Begitu tiba di lokasi utama, rasa lelah perjalanan seketika terbayarkan. Telaga Kotaeono tampil begitu memukau dengan airnya yang jernih berwarna hijau toska hingga kebiruan. Tebing-tebing karst menjulang tinggi di sisi kiri dan kanan, menciptakan suasana teduh sekaligus dramatis. Pepohonan hijau yang tumbuh di atas batu kapur menambah kesan alami dan eksotis pada kawasan tersebut.

Keunikan Telaga Kotaeono bukan hanya pada panoramanya, tetapi juga pada karakter airnya. Telaga ini menjadi tempat bertemunya air laut asin dan aliran air tawar bawah tanah. Saat pasang surut terjadi, air laut masuk melalui celah-celah batu karst lalu bercampur dengan air tawar alami, menciptakan rasa payau yang khas. Fenomena alam ini menjadi daya tarik tersendiri yang jarang ditemukan di tempat lain.