KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari merilis data terbaru terkait dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Minggu (10/5/2026).
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 657 unit rumah dilaporkan terendam banjir dengan total warga terdampak mencapai 2.985 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan pihaknya masih terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data di lapangan mengingat curah hujan tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Tim kami masih terus bergerak melakukan pendataan dan validasi. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga serta distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak,” ujar Cornelius Padang.
Wilayah dengan dampak paling signifikan tercatat berada di Kecamatan Wua-Wua dan Kecamatan Baruga. Di Kecamatan Baruga, banjir paling parah terjadi di Kelurahan Lepo-Lepo yang merendam puluhan rumah di beberapa RT. Selain permukiman warga, sekitar 50 hektare area persawahan di wilayah Baruga juga ikut terendam akibat luapan air.
Sementara di Kecamatan Wua-Wua, banjir merendam sejumlah titik di Kelurahan Wua-Wua, Bonggoeya, Wundudopi hingga Wowawanggu. Genangan air juga dilaporkan masuk ke kawasan perumahan warga dan akses jalan lingkungan.
