Banjir Kepung Kendari, Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

banner 468x60

“Korban bersama kakaknya bermain di sekitar kali. Ketika sandal kakaknya terbawa arus, korban mencoba mengambilnya namun diduga ikut terseret arus deras,” jelas Busranuddin.

Sementara itu, Pemerintah Kota Kendari menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas penanganan banjir yang dinilai belum maksimal. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengakui bahwa persoalan banjir di sejumlah titik membutuhkan penanganan terpadu antara pemerintah kota, provinsi, dan pemerintah pusat.

banner 970x250

“Atas nama Pemerintah Kota Kendari, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila penanganan banjir saat ini belum maksimal,” ujar Siska saat meninjau lokasi terdampak banjir.

Menurutnya, banjir yang terus terjadi di sejumlah kawasan Kota Kendari membutuhkan solusi jangka panjang melalui koordinasi lintas pemerintahan dan pembangunan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi.

Pemerintah Kota Kendari disebut telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara serta pemerintah pusat untuk mencari solusi permanen bagi kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari mencatat sedikitnya 15 titik terdampak banjir berdasarkan data sementara di lapangan. Wilayah tersebut meliputi bantaran Kali Wanggu Kelurahan Lepo-lepo, kawasan Transito/Tunggala Kelurahan Wua-wua, BTN Findayani Polres, Jalan Terong Anduonohu, Jalan Durian Anduonohu, Bundaran Pesawat, Lorong Bangau Anduonohu, Jalan Malengkeri depan Kantor BPN Kendari, Jalan Veteran Kelurahan Wowanggu, Kelurahan Kambu, Poltekkes, hingga Kelurahan Tobimeita.

Baca juga:  Integrasi Layanan Publik, Dukcapil Sultra Gandeng 15 Perangkat Daerah Teken PKS

Kepala BPBD Kendari, Cornelius Padang, mengatakan sebagian wilayah mulai berangsur surut, namun petugas masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak.

“Beberapa titik airnya sudah mulai surut seperti di Tunggala, Anduonohu, dan sekitar bundaran tank. Namun data perkembangan masih terus kami update,” katanya.

Hingga kini, warga di sejumlah kawasan terdampak masih berjaga menghadapi potensi hujan susulan, sementara pemerintah bersama aparat gabungan terus melakukan penanganan darurat dan evakuasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

banner 336x280

Komentar