Desa Wisata Gumanano: Harmoni Pantai Mutiara, Permandian Oeno Gumanano, dan Tenun Kamohu

banner 468x60

BUTENG, NUSANTARAVOICE.COM- Di pesisir Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara, terdapat sebuah desa yang menyimpan perpaduan keindahan alam, tradisi budaya, dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini. Desa Gumanano menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lengkap bagi wisatawan, mulai dari wisata bahari, wisata air tawar, hingga wisata budaya tenun tradisional.

Salah satu destinasi unggulan di desa ini adalah Pantai Mutiara. Pantai yang berada di kawasan pesisir Desa Gumanano tersebut dikenal dengan hamparan pasir putih yang luas dan mengkilap bak mutiara ketika tersorot cahaya matahari. Air lautnya yang jernih berwarna biru kehijauan berpadu dengan suasana rindang dari pepohonan di sepanjang bibir pantai, menciptakan nuansa teduh dan menenangkan meski dikunjungi pada siang hari.

banner 970x250
Pantai Mutiara desa wisata Gumanano.

Nama Pantai Mutiara sendiri memiliki kisah menarik. Awalnya pantai ini dikenal dengan nama La Kaidewa, merujuk pada salah satu tokoh masyarakat setempat. Namun, suatu ketika seorang pengunjung yang terpukau melihat kilauan pasir putih pantai ini spontan menyebutnya seperti mutiara. Sejak saat itu, nama Pantai Mutiara mulai digunakan dan kemudian resmi diperkenalkan sebagai destinasi wisata pada tahun 2015.

Baca juga:  Semarak HUT ke-62 Sultra, Pemprov Gelar Gowes Wisata Toronipa–Bokori Libatkan 1.000 Peserta

Pantai Mutiara kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata seperti gazebo, musala, kantin, toilet, vila, hingga jalan setapak di sepanjang pantai. Wisatawan juga dapat menikmati wahana permainan seperti banana boat dan jetski pada waktu-waktu tertentu. Keindahan alam yang disuguhkan menjadikan pantai ini sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Buton Tengah.

Tak jauh dari Pantai Mutiara, sekitar satu kilometer dari kawasan pantai, terdapat destinasi lain yang tak kalah menarik yakni Permandian Oeno Gumanano. Permandian air tawar ini bahkan lebih dahulu dikenal masyarakat dibanding Pantai Mutiara maupun Danau Anano Tei. Namun, keberadaannya dahulu tidak banyak dipublikasikan karena menjadi sumber air utama masyarakat setempat.

Permandian Air Tawar Oeno di desa Wisata Gumanano Buton Tengah

Permandian yang berada di kaki tebing batu gamping ini menawarkan suasana alami yang sangat sejuk. Airnya yang jernih dengan nuansa kehijauan membuat siapa saja yang datang merasa rileks dan tenang. Tempat ini telah dimodifikasi menyerupai kolam renang alami berukuran sekitar 20 x 50 meter, dikelilingi pepohonan rindang dan tebing karst yang menambah kesan eksotik.

Masyarakat setempat menyebutnya Oeno Gumanano yang berarti “airnya Gumanano”. Dalam cerita turun-temurun, sumber air ini pertama kali ditemukan oleh seorang tokoh bernama Maruhama. Sejak dahulu air tersebut menjadi sumber konsumsi masyarakat desa. Meski kini sebagian warga mulai menggunakan air galon, keberadaan Oeno Gumanano tetap memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga:  Narasi AP2 Runtuh: Tak Ada APBD Dikelola, Tuduhan ke RB Dinilai Fitnah dan Hoax

Sensasi berendam di permandian ini menjadi pengalaman yang berbeda. Airnya tetap terasa sejuk meski cuaca sangat terik. Setelah puas bermain air asin di Pantai Mutiara, wisatawan dapat langsung menikmati kesegaran air tawar di Oeno Gumanano untuk menghilangkan rasa panas dan asin di tubuh. Kedalaman airnya pun bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga lebih dari dua meter, tergantung kondisi pasang surut air laut.

banner 336x280

Komentar