BUTON, NUSANTARAVOICE.COM- Di pesisir Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, terbentang sebuah desa wisata yang menyimpan pesona alam, sejarah, budaya, hingga kekayaan bahari yang belum banyak tersentuh. Desa Wisata Boneatiro Barat hadir sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata lengkap dalam satu perjalanan, mulai dari panorama laut, wisata lumba-lumba, snorkeling, hingga wisata sejarah Kerajaan Buton.
Pemerintah Kabupaten Buton resmi menetapkan Boneatiro Barat sebagai desa wisata melalui Surat Keputusan Bupati Buton Nomor 289 Tahun 2020. Penetapan tersebut menjadi langkah awal pengembangan kawasan wisata pesisir yang memiliki potensi besar di sektor bahari, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat.
Desa Boneatiro Barat merupakan desa pemekaran dari Desa Boneatiro pada tahun 2010. Nama Boneatiro sendiri berasal dari Bahasa Wolio, yakni “Bone” yang berarti pasir dan “Iya Ntiro” yang berarti ditatap atau terlihat dari kejauhan. Secara harfiah, Boneatiro bermakna hamparan pasir yang terlihat indah dari kejauhan.
Terletak tepat di pesisir Selat Buton, desa ini memiliki luas wilayah sekitar 220 hektar dengan kawasan hutan desa mencapai 150 hektar. Sebelah utara berbatasan langsung dengan Selat Buton, sebelah selatan dengan Desa Wakolambe, sebelah barat dengan Desa Mabulugo, dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Boneatiro sebagai desa induk.
Mayoritas masyarakat Boneatiro Barat berprofesi sebagai nelayan. Kehidupan masyarakat pesisir yang sederhana dan ramah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung. Dengan jumlah penduduk sekitar 638 jiwa dan 167 kepala keluarga, desa ini tetap menjaga tradisi budaya Buton yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Boneatiro Barat adalah wisata bahari Dolphin Watch atau atraksi kawanan lumba-lumba di perairan laut Boneatiro. Wisatawan dapat menikmati pengalaman menyusuri laut sambil menyaksikan lumba-lumba berenang bebas di habitat alaminya. Bahkan pada musim tertentu, wisatawan juga berpeluang melihat paus melintas di kawasan perairan tersebut.
Kepala Desa Boneatiro Barat, Ilyas, S.Pi, mengatakan desa mereka memiliki kekayaan wisata alam yang lengkap dan masih sangat alami.
“Kami memang secara alam sudah punya potensi. Misalnya Pulau Pendek, kemudian kawasan puncak. Di laut juga wisatawan bisa menikmati beberapa atraksi seperti memancing, diving, snorkeling hingga bermain bersama lumba-lumba,” ujarnya.
Pulau Pendek menjadi ikon wisata bahari Boneatiro Barat. Pulau kecil ini memiliki pasir putih bersih, laut jernih, wisata terumbu karang, hingga spot snorkeling dan diving yang menawan. Bahkan terdapat spesies ikan tertentu seperti ikan Napoleon yang menjadi daya tarik bawah laut kawasan tersebut.












Komentar