RAHA, NUSANTARAVOICE.COM- Anggota DPRD Kabupaten Muna, Rasmin, diduga menyindir kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Raha melalui unggahan di status WhatsApp. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan kalimat bernada analogi, “kalau belum pintar naik motor, belajar dulu berkendara di jalan lurus agar tidak terjatuh di hadapan umum dan pada akhirnya mempermalukan diri sendiri.”
Tak hanya itu, Rasmin juga menyebut HMI Raha “mencoba tes ombak, namun tidak mampu karena ombaknya setinggi enam meter.” Pernyataan ini dinilai sebagai bentuk sindiran yang merendahkan kader HMI Raha, seolah-olah pihaknya berada pada posisi yang lebih kuat dan tidak dapat dikritik.
Unggahan tersebut menuai penilaian negatif karena dianggap tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat. Rasmin diduga menganalogikan dirinya atau lembaganya sebagai “ombak besar” yang sulit dihadapi, sehingga kritik dari mahasiswa dianggap tidak berarti.
Sebelumnya, dugaan persoalan serius dalam tata kelola RSUD dr. H. L.M. Baharuddin, M.Kes kembali mencuat. Puluhan kader HMI Cabang Raha menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (23/4/2026), mendesak DPRD Kabupaten Muna agar tidak tinggal diam terhadap dugaan maladministrasi yang dinilai telah berlangsung cukup lama.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi mulai bergerak sejak pukul 09.00 WITA dari simpang lampu merah menuju Kantor DPRD Muna. Aksi berlangsung tertib, namun membawa tuntutan tegas terkait kondisi rumah sakit rujukan utama daerah yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan mendasar.
Dalam orasinya, Formatur/Ketua Umum HMI Cabang Raha, L.M. Idul Rahim, menyampaikan bahwa persoalan di RSUD Muna bukan sekadar kendala teknis, melainkan mencerminkan lemahnya tata kelola yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
“Ini bukan masalah kecil. Dugaan pengadaan alat kesehatan yang tidak transparan serta tidak mempertimbangkan kesiapan tenaga medis menunjukkan adanya persoalan serius dalam manajemen. Sementara di sisi lain, pelayanan pasien belum maksimal,” ujarnya.










Komentar