Lonjakan Pedagang di Kawasan Eks MTQ Jadi Tantangan Baru, Gubernur Sultra Minta Penataan Tetap Berkeadilan

Berita34 Dilihat
banner 468x60

KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengungkap dinamika terbaru dalam penataan kawasan eks MTQ yang kini disiapkan sebagai pusat aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kebijakan pembangunan tenan yang awalnya ditujukan untuk menata pedagang justru menghadapi tantangan baru berupa lonjakan jumlah peminat di luar data resmi.

Menurut Gubernur, program tersebut lahir dari aspirasi langsung para pedagang yang menginginkan ruang usaha yang lebih tertib dan layak. Pemerintah kemudian merespons dengan menyiapkan fasilitas tenan sebagai solusi penataan sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Ini bukan kebijakan sepihak. Enam bulan lalu kita sudah berdialog dengan para pedagang, dan mereka sendiri yang meminta difasilitasi,” ujar Andi Sumangerukka, Kamis (23/4/2026).

Dalam tahap awal, pemerintah melakukan verifikasi administratif untuk memastikan transparansi dan menghindari potensi penyalahgunaan. Dari hasil pendataan, tercatat sekitar 50 pedagang yang memenuhi kriteria.

Namun sebagai bentuk antisipasi, pemerintah justru menyiapkan hingga 100 unit tenan—dua kali lipat dari jumlah pedagang terverifikasi.

“Kita siapkan lebih agar tidak ada yang tertinggal. Tapi ternyata, setelah tersedia, jumlah yang ingin masuk terus bertambah,” ungkapnya.

Fenomena ini menunjukkan tingginya tekanan ekonomi di sektor informal, di mana akses terhadap ruang usaha yang legal dan tertata menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat kecil.

banner 336x280
Baca juga:  Bank Sultra Raih Predikat “Sangat Baik” di Ajang The Asian Post Awards 2026

Komentar